10 Game Terpopuler dengan Konten LGBT

By at January 16, 2015 4:18 am #
artikel1

FUJODANSHI penggemar BL otome game pasti mengenal deretan judul seperti Gakuen Heaven, DRAMAtical Murder, dan Enzai—semuanya berasal dari Jepang, dan umumnya hanya dirilis dalam negeri. Lalu bagaimana dengan game buatan Eropa?

Dewasa ini, perkembangan dunia game tidak hanya diwarnai kecanggihan grafis, tapi juga keberanian developer dalam merangkul komunitas gamer LGBT. Benar, komunitas gamer tersebut eksis, dan menamai diri mereka dengan sebutan Gaymer.

Representasi LGBT dalam video game bukan hal baru. Kita dapat menemui karakter seperti Vega (Street Fighter II) yang narsis dan flamboyan, Alfred Ashford (Resident Evil: Code Veronica) yang berdandan crossdressing, opsi berhubungan sesama jenis dalam game The Sims, hingga berita mengejutkan bagi fans serial Final Fantasy—yaitu pernikahan sesama jenis di Final Fantasy XIV!

Sengan semakin gencarnya persaingan antara developer, mereka paham pentingnya mendengarkan feedback. Bagaimana video game bertema LGBT dapat diterima di komunitas, dan tidak sekedar menjadi bahan tertawaan?

Toni Rocca, salah satu produser GaymerX berpendapat, “Ketika komunitas kami menjadi lebih diterima, mereka harus menghadapi tantangan pahit tentang gambaran kisah stereotip dan bahkan yang disalahgunakan. Maka, saat ini sudah banyak karakter LGBTQ dalam video game terkenal, tapi seringnya mereka muncul sebagai karakter yang ditertawakan. Awalnya kami memaklumi, tapi kelamaan tentu saja ada keinginan untuk mencari video game dengan representasi yang lebih baik.”

 

Berikut deretan 10 judul video game terpopuler di tahun 2000-an yang dianggap sukses merepresentasikan LGBT:
10. Final Fantasy XIV: A Realm Reborn (2014)
artikel1 

Setelah sebelumnya Final Fantasy XIV ditarik dari peredaran, Square Enix kembali dengan banyak fitur baru yang salah satunya mencetus kontroversi: opsi pernikahan sesama jenis. Dalam event E3 di bulan Juni 2014, Square mengumumkan bukan hanya opsi menikah yang akan menjadi fitur utama, namun tidak ada batas bagi pemain untuk memilih siapa yang akan mereka nikahi! “Untuk dua pemain, bila mereka ingin bersama, di Eorzea, mereka bisa melakukannya dengan melakukan upacara ikrar seumur hidup. Kami berdiskusi dan sadar: di Eorzea, tidak sepatutnya kami memberi batasan tentang kepada siapa mereka membuat ikatan cinta. Maka kami sudah memutuskannya.”

 

9. The Sims (2001-2014) 

1017401_10152151890679235_1326255063_n

Siapa yang tidak mengenal The Sims? Permainan simulasi membangun kehidupan dalam dunia virtual. Seri game paling iconic ini punya reputasi terbaik dalam menawarkan berbagai fitur hubungan asmara termasuk opsi sesama jenis. Seri terbarunya, The Sims 4, ditolak peredarannya di beberapa negara.

 

8. Metal Gear Solid: Sons of Liberty (2001)

artikel2

Game bergenre stealth-and-shooting ini menampilkan Vamp; tokoh pria biseksual sekaligus antagonis dengan masa lalu menyakitkan. Pada salah satu judul Metal Gear Solid di tahun 2004, Snake Eater angkat bicara tentang kemungkinan hubungan asmara antara Kolonel Yevgeny Volgin dan Mayor Ivan Raikov. Oops!

 

7. Coming Up On Top (2014)

COOT_3

Game dating simulator bukan hal baru khususnya bagi pencinta BL Otome Game, tapi berbeda dengan genre yaoi yang umumnya bersifat implisit, game keluaran Obscurasoft yang satu ini mengangkat tema kehidupan gay secara eksplisit.  Coming Out on Top cukup berani menggambarkan kehidupan kaum LGBT, menyelipkan humor dan adegan-adegan klise yang paling banyak muncul dalam drama hubungan sesama jenis. Tentunya didukung dengan plot dan penokohan yang menarik, dan tidak ketinggalan, adegan dewasa yang panas!

 

6. The Last of Us (2013)

soa_Bill_scene01

Bill adalah salah satu karakter menonjol pada game peraih penghargaan The Best Game 2013 tersebut. Walaupun tidak secara eksplisit diungkapkan bahwa Bill memiliki orientasi sesama jenis, pemain bisa menemukan majalah gay dewasa saat berkeliling di rumahnya. Didukung komentar kuat dari Rocca: “Dia adalah gay yang tidak stereotip!” dan konfirmasi dari Direktur Neil Druckmann tentang orientasi seksual Bill yang memang simply Gay, berikut karakter lain di dalam game yang orientasinya perlu dieksplorasi lebih lanjut oleh pemain sendiri.

 

5. The Last of Us Left Behind (2014)

Riley_and_Ellie_Photo_Booth_01

Left Behind merupakan prekuel dari The Last of Us yang rilis pada tahun 2014. DLC tersebut memperlihatkan kepada kita adegan sang pameran utama, Elie, yang berciuman dengan teman wanitanya. Adegan itu memicu beragam reaksi dari fans: ada yang terkejut, ada yang bersuka ria. Dalam acara temu muka fans dengan creative director Neil Druckmann, dia menjawab, “Ketika saya menulis adegan itu, saya menulis dengan ide dalam kepala bahwa Elie seorang gay, dan ketika para aktris memerankan kedua tokoh tersebut, mereka saling bekerja sama untuk berakting seolah-olah Elie dan Rilley tertarik satu sama lain.”

 

 4. Mass Effect 3

gay-shepard

Tokoh alien Liara T’Soni tertarik kepada Komandan Shepard, apapun gender pilihan pemain. Tokoh biseksual lainnya adalah Steve Cortez, yang muncul dalam seri ketiga game terbitan Bioware tersebut. Kisah cinta menarik plus adegan panas? Ya, kamu bisa mendapatkannya di sini.

 

3. Dragon Age 2 (2011)

dragon_age_

Dalam sekuel Dragon Age: Origins tersebut, tokoh utama, Hawke, dapat menjalin hubungan asmara dengan empat karakter biseksual: Isabela si ratu bajak laut yang mesum (tapi agak tsundere), Fenris si mantan budak dengan masa lalu gelap, Merrill yang moe dan lugu, dan yang terakhir Anders, si penyihir karismatik namun penuh konflik. Tentu saja didukung latar belakang cerita yang memorable, dengan fitur baru friendship and rivalry romance. Apakah kamu ingin menjalani hubungan asmara benci-tapi-cinta dengan mereka? Sangat bisa!

 

2. Fable (2004)

fable3-jack

Fable adalah game populer pertama yang menawarkan opsi pernikahan sesama jenis.

“Menurut kami, segalanya tentang pilihan dan konsekwensi,” kata sang developer, Peter Molyneux. “Kalau kau pikir lagi, ada pria, ada wanita, ada anak lelaki, ada anak perempuan–pernikahan sesama jenis itu muncul begitu saja.”

 

1. Dragon Age Inquisition (2014)

dragon-age-inquisition-dorian

Bioware selalu jadi yang terdepan untuk urusan memanjakan fans dalam fitur playable romance, baik hubungan straight dan sesama jenis. Berbeda dengan pendahulunya, Dragon Age Inquisition menawarkan opsi romance dengan tokoh-tokoh yang sudah memiliki orientasi seksual secara canon! Ya, jadi untuk bisa merebut hati beberapa dari mereka, pemain tidak bisa sembarangan. Dua tokoh gay: Dorian Pavus–yang tampan memikat hanya diperuntukkan untuk Inquisitor laki-laki, dan Sera–elf eksentrik pencinta kebebasan hanya diperuntukkan untuk Inquisitor perempuan. Dua tokoh biseksual: Iron Bull (seorang qunari panseksual penyuka BDSM!) yang tertarik pada Inquisitor apapun gender dan spesiesnya, dan Josephine si penasihat cantik yang akan mencintaimu tanpa memandang gender. Masing-masing punya latar belakang dan kisah yang unik, dijamin bakal bisa membuatmu tersedot ke dalam dunia RPG berlatar medieval ini. Kurang apalagi? Abaikan urusan asmara, game tersebut punya cerita yang solid dan dunianya sendiri yang sangat menjanjikan untuk dieksplorasi para pemain. Tidak aneh DA:I mendapatkan banyak titel penghargaan sebagai game terbaik tahun 2014.

Karena konten yang dianggap kontroversial, game yang merupakan seri ketiga dari Dragon Age: Origins tersebut dilarang beredar di beberapa negara.