Hybrid Child, Sosok Android yang Bisa Jatuh Cinta

By at February 24, 2015 10:05 pm #
282170b463af8719211a13188f4ba5b21401434276_full

Seri OVA dari animanga Hybrid Child memang sudah berakhir pada 28 Januari 2015 lalu. Namun karena panjangnya hanya 4 episode, kisah boys love berbumbu sains fiksi ini belum bisa setenar animanga Junjou Romantica meskipun dibuat oleh kreator yang sama.

Seperti halnya Junjou Romantica, Hybrid Child juga menyajikan kisah cinta antara dua laki-laki yang sarat emosi. Bahkan mungkin Hybrid Child relatif lebih dramatis dibandingkan judul yang pertama karena kisah cinta yang terjalin di sini adalah antara manusia dengan makhluk android, bukan hubungan antara manusia dengan manusia.

dac871e90b034d81e2b78ac16ac05b071401434399_full

Hybrid Child pada mulanya merupakan manga pendek keluaran tahun 2005 karya Shungiku Nakamura. OVA-nya dibuat oleh Studio Deen dan diluncurkan setiap satu bulan sekali. Episode pertama OVA ini rilis pada 29 Oktober 2014, sedangkan episode terakhir rilis pada Januari 2015.

Ide ceritanya cukup sederhana, tetapi bisa dibilang antimainstream alias tidak biasa. Terdapat beberapa fokus kisah di sini, salah satunya adalah hubungan yang terjalin antara Izumi Kotarou dengan Hazuki, sang hybrid child yang ditemukannya di tempat sampah.

282170b463af8719211a13188f4ba5b21401434276_full

Diceritakan Izumi Kotarou adalah seorang pemuda bangsawan kaya raya yang sedikit manja dan kurang peka terhadap kepentingan orang lain. Suatu hari ia menemukan ‘mainan’ mirip boneka yang diberinya nama Hazuki. Awalnya Kotarou mengira mainan berbentuk manusia yang ditemukannya itu adalah boneka biasa, sampai pada akhirnya Hazuki tumbuh pesat sebagai seorang ikemen yang secara fisik lebih tinggi dibanding Kotarou.

HYBRIIIID CHILD


Hazuki
dan Kotarou yang hidup bersama menjalin hubungan fisik dan emosional yang kuat. Seorang hybrid child seperti Hazuki tidak dapat dikatakan sebagai mesin, tidak dapat pula dikatakan sebagai manusia. Awalnya kemampuan Hazuki untuk bicara, berjalan dan tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa dibingungkan oleh Kotarou. Ternyata memang begitulah adanya. Hybrid child bisa tumbuh dewasa jika diberikan cinta dan kasih sayang yang cukup oleh pemiliknya.

4622_2_VILCG_hybrid-child-mochimochi-ch1-3-extra-c-hybrid-child-v01-c02-mochi-mochi-hybrid-child-v1-p052-053-jpg

Bisa ditebak, Hazuki menerima cinta yang dalam dari Kotarou karena hubungan mereka sudah selayaknya seperti sepasang kekasih. Saat Hazuki rusak atau ada masalah dalam programnya, Kotarou rela melakukan berbagai cara hanya agar sang hybrid child tidak meninggalkannya sendirian. Dari Hazuki jugalah Kotarou mulai belajar untuk mencintai dan peka terhadap kebahagiaan orang lain.

Hybrid-Child-OVA-video-promocional

Selain kisah Hazuki dan si majikan (merangkap uke-nya) alias Kotarou ini, juga diceritakan hubungan Seya dan hybrid child-nya yang bernama Yuzu. Juga ada potongan kisah lain tentang sang pembuat hybrid child itu sendiri.

15960831049_1e81801efd_o

maxresdefault

Dari segi grafis, animanga ini bisa dibilang cukup memanjakan mata. Karakter uke ditampilkan cute ala bishounen dan para seme digambarkan dengan karakter wajah yang tegas. Hybrid Child adalah sebuah karya boys love yang ingin berbicara tentang cinta dan rasa takut kehilangan. So touching.

Sumber: animenewsnetwork